Beasiswa Prestasi (2) Polygon dan Cycling (Majalah Penggemar Sepeda)

      - Kategori Peserta:

Pelajar SLTP, SLTA, & Mahasiswa

- Hadiah Pemenang:

A. 10 ORANG PELAJAR SLTP

- sepeda Polygon & piagam

- beasiswa prestasi sebesar @ Rp 150 ribu/ bulan (selama 6 bulan)

B. 10 ORANG PELAJAR SLTA

- sepeda Polygon & piagam

- beasiswa prestasi sebesar @ Rp 250 ribu/ bulan (selama 6 bulan)

C. 10 ORANG MAHASISWA

- sepeda Polygon & piagam

- beasiswa prestasi sebesar @ Rp 500 ribu/ bulan (selama 6 bulan)

- Syarat & Ketentuan:

1. Penerima beasiswa prestasi dalam kesehariannya selama ini harus pulang pergi ke sekolah/ kuliah naik sepeda & ada surat keterangan dari kepala sekolah/ guru pembimbing/ biro kemahasiswaan yang menyatakan perihal tsb.

2. Penerima beasiswa prestasi harus mengukir prestasi sbb:

- Rangking 10 besar (untuk pelajar SLTP/ SLTA)

- IPK min. 3,0 (untuk mahasiswa)

3. Mengirimkan data pribadi dengan susunan sbb:

- Nama, alamat lengkap & no. telp yang bisa dihubungi.

- Nama lengkap sekolah/ kampus & alamat lengkap sekolah/ kampus.

- No. telp sekolah/ kampus.

- Kelas…/ sem… & cita-cita

- Fotokopi raport/ transkrip nilai terbaru yang menyatakan yang bersangkutan juara kelas ke-…/ IPK …

- Foto saat bersepeda

Ke alamat: PO.BOX 154-Sidoarjo 61252

Atau ke alamat: MBC Mailbox Suite 6

Boulevard Barat Blok LA1 no 1B

Kelapa Gading, Jakarta Utara (14240)

Paling lambat tanggal 25 Desember 2007 (cap pos)

4. Pihak internal Polygon akan menentukan siapa yang berhak mendapatkan beasiswa prestasi dan keputusan yang dibuat tidak dapat diganggu gugat.

5. Keluarga besar Polygon dan Majalah Cycling tidak diperkenankan untuk mengikuti ajang pemilihan ini.

6. Pelajar/ mahasiswa yang berhak mendapatkan beasiswa prestasi akan diumumkan di media nasional & www.polygoncycle.com pada bulan Januari 2008.

- Informasi Lebih Lanjut:

Info Hotline : (021) 7073 9975, (031) 894 2093 (office hours)

E-mail : polygon@polygoncycle.com

SMS : 0888 300 6553

Leave a comment »

Pengantar Mikroteknik

Pengampu: Dr. Djukri

Mikroteknik adalah ilmu yang akan mempelajari metode/ prosedur pembuatan preparat mikroskopik.

Aspek yang dipejari:
1. Pengamatan => identifikasi => mikroskopik
2. Pengukuran => mikrometri
3. Penggambaran => camera usida (+ prisma & mikroproyektor)
4. Pemotretan => mikrofotografi
5. Mengetahui komponen bahan => mikrokimia/histokimia/marserasi

Penjelasan:
– Pengamatan
Contoh: Pollen malvaceae
– Pengukuran Alat
# EPM: Eye Piece Micrometer
dipasang di dekat lensa okuler mikroskop
# SM: Stage Micrometer
dipasang di dekat lensa obyektif, digunakan untuk kalibrasi EPM.
Skala: 2 ml/ 200 skala; 1 mm: 1000 mikron

- Histokimia: pada jaringan hewan => diberi warna
– Mikrokimia: pada jaringan tumbuhan => ingin mengetahui bahan yg terkandung
– Mengetahui akumulasi jaringan dlm jaringan secara oral:
1. Hati
2. Ginjal
3. Lien/ Limpa

Macam preparat:
1. Preparat sementara
Tidak tahan lama, mediumnya air atau bahan kimia yang mudah menguap
2. Preparat semipermanen
Medianya adalah gliserin (tahan 1 pekan)
3. Preparat Awetan
Jika telah diproses secara histologis kemudian diawetkan dengan Canada Balsam.
Canada Balsam larut dalam xylol.

Macam preparat berdasar metode pembuatan:
1. Whole mount
Yaitu membuat sediaan utuh
Contoh: sel tumbuhan/ hewan
2. Smear (ulas)
Yaitu dengan mengulaskan/ menggoreskan di atas obyek glass sehingga mendapatkan selaput tipis
Contoh: pollen, darah, ulas vagina (utk mengetahui hewan bunting atau tidak), tumbuhan sekulen
3. Squash
Yaitu ditekan dengan gelas penutup
Contoh: mitosis ujung akar bawang merah
4. Section
Yaitu dengan fiksasi (tergantung bahan) tumbuhan lebih lama butuh waktu efektif: +- 3 hari.
5. Marserasi
Yaitu memisahkan serat-serat dari pohon kayu yang keras.

Leave a comment »

Ada Apa Dengan Sawah Kita?

Isu pelestarian lingkungan kini begitu kuat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, sehingga segala usaha atau tindakan yang berkaitan dengan pembangunan perlu  memasukkan unsur pelestarian ke dalamnya. Berkaitan dengan hal itu, teknologi pertanian yang banyak menimbulkan efek negatif terhadap keseimbangan ekosistem perlu ditinjau kembali untuk dicarikan jalan keluar atau penggantinya.

Zaman dahulu, di sawah bisa dengan mudah kita temukan belut, ikan sepat, betok/betik, wader, mujair dan beberapa jenis binatang lainnya. Tetapi di mana mereka sekarang ?

Banyak jenis serangga yang melakukan proses siklus hidup dengan memakai dasar/lantai sawah sebagai bagian dari proses metamorfosisnya. Mereka menjalani sebagian dari masa hidupnya di permukaan tanah atau sedikit di bawah permukaan tanah. Ketika saat tersebut, sebetulnya mereka dapat dikendalikan dengan kehadiran belut, lele, gabus dll. Hewan-hewan ini (belut, lele, gabus) hidup di lumpur (sedikit di bawah tanah/lantai sawah) dan mereka mencari makan di sana. Makanan mereka yang utama adalah jasad renik yang terdapat di lantai sawah. Diantaranya adalah beberapa jenis binatang/serangga penggangu tanaman yang sedang mengalami proses metamorfosis di lantai sawah, atau juga hewan-hewan pengganggu yang memakan/mengganggu perakaran padi.

Kita semua tahu kalau ikan sepat, mujair, wader bisa menembakkan gelembung-gelembung air dari mulutnya atau melompat ke udara. Setidaknya, saya tahu karena waktu kelas 3 SD, ada pelajaran ilmu hayat (sekarang biologi) yang mengajarkan itu. Entah sekarang. Mungkin pelajaran biologi sekarang sudah mengajarkan ilmu-ilmu canggih seperti mikro biologi, rekayasa genetik dll, sehingga sudah tidak sempat lagi mengulas ikan mujair dan sepat yang sederhana itu. Gelembung air itu adalah senjata mereka untuk menjangkau sasaran/mangsa yang berada di luar/ di atas jangkuan mereka. Dengan senjata gelembung air itu mereka menembak serangga terbang, kutu-kutu daun dll. yang ada di tanamna padi.

Bayangkan kalau setiap hari, seekor ikan sepat, menembak 5 ekor walang sangit. Bayangkan juga kalau setiap ekor walang sangit bisa menghasilkan 100 ekor anak. Berapa walang sangit yang dapat kita kendalikan keberadaannya di sawah. Dan kita tidak perlu membayar untuk itu.

Kalau kita bilang theot thek blung, pasti kita akan teasosiasi pada binatang yang satu ini. Kodok. Kodok atau katak. Dahulu ada lagunya yang berjudul Kodok Ngorek. Sekarang kodok sudah tidak ngorek lagi karena kaki belakangnya digoreng jadi swieke. Semua orang tahu atau paling tidak, kebanyakan orang tahu, kalau kodok ini makannya serangga. Serangga apa saja. Dalm film yang diangkat dari novel HC Andersen yang bertopik Pangeran Kodok, di sana digambarkan Pangeran Kodok yang berada di pelaminan masih menyempatkan diri menangkap lalat yang terbang di dekat wajahnya untuk dimakan. Pernahkah anda membayangkan, kira-kira berapa ekor serangga yang harus dimakan seekor kodok setiap harinya supaya bisa jadi besar dan gemuk ? Sekarang ini kodok/katak diburu orang untuk dijual ke restoran-restoran atau pasar-pasar. Sebagian dari kodok-kodok itu memang sudah hasil ternakan dan segian lagi merupakan kodok-kodok liar hasil tangkapan dari alam.

Andai seorang penangkap kodok, semalam bisa menangkap 500 ekor atau lebih. Jika seekor kodok bisa memakan 50 ekor serangga setiap hari, berapa ekor serangga yang bisa selamat dari hasil kerja para penangkap kodok. Berapa jumlah penangkap kodok yang ada sekarang ? Kalau sudah begini, bagaimana kita bisa tidak tergantung pada insektisida sintetis ? Mungkin ada baiknya juga kalau kita beternak kodok di sawah.

Pertanian  berwawasan lingkungan adalah suatu budidaya pertanian yang direncanakan dan dilaksanakan dengan memperhatikan sifat-sifat, kondisi dan kelestarian lingkungan hidup, dengan demikian sumber daya alam dalam lingkungan hidup dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga kerusakan dan kemunduran lingkungan dapat dihindarkan dan melestarikan daya guna sumber daya alam dan lingkungan hidup.

 

Adapted from: HIPERLINK WAWASAN LINGKUNGAN.PPT

 Presentasi ini disampaikan pada Saresehan bersama Eksekutif WALHI DIY-PSLH UGM-BMG yang bertajuk “Climate Change”, Rabu, 31 Oktober 2007 di Bapedalda DIY.

Leave a comment »

Pohon pun Bersemi

Tahukah kamu, ternyata pepohonan lebih peka daripada manusia. Pohon Randu Alas dan Mahoni ternyata sudah bersemi sebulan sebelum hujan tiba, begitu hasil pengamatan sekelas saya. Subhanallah… Wah, Allah hebat ya! Dia bisa menciptakan makhluk yang canggih seperti itu…

Comments (1) »

Selamat Datang….

Selamat datang teman-teman… Kalian telah memasuki kawasan biologi. Asyik, lho!

Comments (1) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.